Sunday, 16 January 2011

Setiap Pekerjaan Ada Resiko

Bahkan, pekerjaan seorang pengemis pun ada resikonya, ditangkap Satpol PP dan dihina. Bukan begitu? :')

Jangan berpikir untuk menghindari resiko. Tapi berpikirlah untuk mengatasi resiko. Kalo tujuan kita ingin mendaki gunung yang tinggi, berikut ini resikonya : kehujanan, kepanasan, jalur yang terjal, beban bawa makanan dan air, udara yang dingin, dan binatang yang menjijikan dan menyeramkan. Namanya juga naik gunung, seperti itulah resikonya.

Berpikir untuk menghindari hal tersebut? TAK AKAN MUNGKIN. Dimana menariknya jika tidak ada tantangan seperti itu.

Yang perlu kita pikirkan adalah KESIAPAN kita untuk menerima ketidaknyamanan tersebut dan mengubahnya menjadi perjalanan yang menarik dan layak diberi penilaian positif dan kebanggaan.

So, bersiaplah dengan resiko yang mungkin muncul. Jangan menghindari resiko, apalagi melepaskan resiko dan melempar tanggungjawab ke orang lain. Luruskan Hati dan Sempurnakan Ikhtiar dan Ikhlas kepada ALLOH.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tokoh Agama : Urus Moral atau Urus Politik?

Entah apa yang ada dipikiran para Tokoh Agama ini. Menggali potensi konflik ke permukaan. Seharusnya Tokoh agama bisa membawa umat dalam situasi yang tenang, bukan malah menciptakan situasi tebak - tebak buah manggis, apakah akan ada ketidakharmonisan antara Tokoh Agama dan Pemerintahan yang di Pimpin SBY.

Kepada Tokoh Agama, mungkin harus ingat - ingat prinsip ini "Don't Fix The Machine, iF it Not Broken". Jangan mencoba memperbaiki mesin jika tidak rusak. Kalau ANDA bisa mengkritisi orang lain, ANDA pun harus siap dikritisi, bukan begithu boss-boss Tokoh Agama??? He...9x

Lagipula, mana ada politik yang berlandasan moral dan etika. Politik lebih cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan diri sendiri, kelompok dan lawan politik yang dinilai memiliki kepentingan yang dianggap sama.

Dalam politik tidak ada sahabat sejati, yang ada kepentingan yang abadi. Selama memiliki kepentingan yang sama, maka akan menjadi kawan. Jika beda kepentingan, akan ada pecah kongsi (istilah orang Medan)

Dari 2 (dua) contoh prinsip diatas, sangat tidak sejalan dengan ajaran agama mana pun. Jadi, janganlah memaksakan yang bukan urusannya.

Jangan mencoba bicara Moral, etika dan kejujuran dalam Politik, semua itu hanya penghias dalam pencari simpati. Politisi selalu bicara atas nama Rakyat. Namun ketika sudah bicara kepentingan diri sendiri, kelompok dan partai, kebutuhan rakyat pun jadi KORBAN.

TOKOH LINTAS agama mao bicara Politik??? Mending PIKIR - PIKIR lagi Boss... Malu sama label, TOKOH AGAMA...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Wednesday, 12 January 2011

Aku Bebas untuk Berpikir

Dalam kondisi apapun, aku berhak untuk memiliki hak untuk berpikir apapun. Tahu kah anda, hanya dalam 1 - 5 detik. Bahkan setelah Musik Armin Van Buuren menemani telinga ku, aku berhak melalang buana dengan gairah dan hasratku.

Dalam usaha mencapai sebuah pencitraan ide dan gagasan, aku akan memasuki setiap bentuk irama yang menyiratkan kesedihan, kemarahan dan kebencian, namun akan selalu melangkah untuk mencari bentuk kesenangan, kebahagiaan dan rasa cinta.

Mari berpikir bebas, karena pikiran adalah milik anda dan anda sendiri yang akan menentukan kemana pikiran anda bergerak.