Sunday, 16 January 2011

Tokoh Agama : Urus Moral atau Urus Politik?

Entah apa yang ada dipikiran para Tokoh Agama ini. Menggali potensi konflik ke permukaan. Seharusnya Tokoh agama bisa membawa umat dalam situasi yang tenang, bukan malah menciptakan situasi tebak - tebak buah manggis, apakah akan ada ketidakharmonisan antara Tokoh Agama dan Pemerintahan yang di Pimpin SBY.

Kepada Tokoh Agama, mungkin harus ingat - ingat prinsip ini "Don't Fix The Machine, iF it Not Broken". Jangan mencoba memperbaiki mesin jika tidak rusak. Kalau ANDA bisa mengkritisi orang lain, ANDA pun harus siap dikritisi, bukan begithu boss-boss Tokoh Agama??? He...9x

Lagipula, mana ada politik yang berlandasan moral dan etika. Politik lebih cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan diri sendiri, kelompok dan lawan politik yang dinilai memiliki kepentingan yang dianggap sama.

Dalam politik tidak ada sahabat sejati, yang ada kepentingan yang abadi. Selama memiliki kepentingan yang sama, maka akan menjadi kawan. Jika beda kepentingan, akan ada pecah kongsi (istilah orang Medan)

Dari 2 (dua) contoh prinsip diatas, sangat tidak sejalan dengan ajaran agama mana pun. Jadi, janganlah memaksakan yang bukan urusannya.

Jangan mencoba bicara Moral, etika dan kejujuran dalam Politik, semua itu hanya penghias dalam pencari simpati. Politisi selalu bicara atas nama Rakyat. Namun ketika sudah bicara kepentingan diri sendiri, kelompok dan partai, kebutuhan rakyat pun jadi KORBAN.

TOKOH LINTAS agama mao bicara Politik??? Mending PIKIR - PIKIR lagi Boss... Malu sama label, TOKOH AGAMA...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

No comments:

Post a Comment